Wednesday, September 10, 2008

Tentang Rezeki Allah

Akhir-akhir ini banyak orang yang mengeluhkan masalah penghasilan atau rizki, entah karena merasa kurang banyak atau karena kurang berkah. Begitu pula berbagai problem kehidupan, mengatur pengeluaran dan kebutuhan serta bermacam-macam tuntutannya. Sehingga masalah penghasilan ini menjadi sesuatu yang menyibukkan, bahkan membuat bingung dan stress sebagian orang. Maka tak jarang di antara mereka ada yang mengambil jalan pintas dengan menempuh segala cara yang penting keinginan tercapai. Akibatnya bermunculanlah koruptor, pencuri, pencopet, perampok, pelaku suap dan sogok, penipuan bahkan pembunuhan, pemutusan silaturrahim dan meninggal kan ibadah kepada Allah untuk mendapatkan uang atau alasan kebutuhan hidup.

Mereka lupa bahwa Allah telah menjelaskan kepada hamba-hamba-Nya sebab-sebab yang dapat mendatangkan rizki dengan penjelasan yang amat gamblang. Dia menjanjikan keluasan rizki kepada siapa saja yang menempuhnya serta menggunakan cara-cara itu, Allah juga memberikan jaminan bahwa mereka pasti akan sukses serta mendapatkan rizki dengan tanpa disangka-sangka.

Diantara sebab-sebab yang melapangkan rizki adalah sebagai berikut:

*Takwa Kepada Allah*
Takwa merupakan salah satu sebab yang dapat mendatangkan rizki dan
menjadikannya terus bertambah. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman,
artinya, "Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan
baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezki dari arah yang tidada
disangka-sangkanya." (At Thalaq 2-3)

Setiap orang yang bertakwa, menetapi segala yang diridhai Allah dalam segala kondisi maka Allah akan memberikan keteguhan di dunia dan di akhirat. Dan salah satu dari sekian banyak pahala yang dia peroleh adalah Allah akan menjadikan baginya jalan keluar dalam setiap permasalahan dan problematika hidup, dan Allah akan memberikan kepadanya rizki secara tidak terduga. Imam Ibnu Katsir berkata tentang firman Allah di atas, "Yaitu barang siapa yang bertakwa kepada Allah dalam segala yang diperintahkan dan menjauhi apa saja yang Dia larang maka Allah akan memberikan jalan keluar dalam setiap urusannya, dan Dia akan memberikan rizki dari arah yang tidak
disangka-sangka, yakni dari jalan yang tidak pernah terlintas sama sekali sebelumnya."

Allah swt juga berfirman, artinya, "Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa,pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi,tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka
disebabkan perbuatannya." (QS. 7:96)

*Istighfar dan Taubat*
Termasuk sebab yang mendatang kan rizki adalah istighfar dan taubat, sebagaimana firman Allah yang mengisahkan tentang Nabi Nuh Alaihissalam , "Maka aku katakan kepada mereka:"Mohonlah ampun kepada Rabbmu,sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun" niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai." (QS. 71:10-12)

Al-Qurthubi mengatakan, "Di dalam ayat ini, dan juga dalam surat Hud (ayat 52,red) terdapat petunjuk bahwa istighfar merupakan penyebab turunnya rizki dan hujan."

Ada seseorang yang mengadukan kekeringan kepada al-Hasan al-Bashri, maka beliau berkata, "Beristighfarlah kepada Allah", lalu ada orang lain yang mengadukan kefakirannya, dan beliau menjawab, "Beristighfarlah kepada Allah". Ada lagi yang mengatakan, "Mohonlah kepada Allah agar memberikan kepadaku anak!" Maka beliau menjawab, "Beristighfarlah kepada Allah". Kemudian ada yang mengeluhkan kebunnya yang kering kerontang, beliau pun juga menjawab, "Beristighfarlah kepada Allah."
Maka orang-orang pun bertanya, "Banyak orang berdatangan mengadukan berbagai persoalan, namun anda memerintahkan mereka semua agar beristighfar." Beliau lalu menjawab, "Aku mengatakan itu bukan dari diriku, sesungguhnya Allah swt telah berfirman di dalam surat Nuh,(seperti tersebut diatas, red)

Istighfar yang dimaksudkan adalah istighfar dengan hati dan lisan lalu berhenti dari segala dosa, karena orang yang beristighfar dengan lisannnya saja sementara dosa-dosa masih terus dia kerjakan dan hati masih senantiasa menyukainya maka ini merupakan istighfar yang dusta. Istighfar yang demikian tidak memberikan faidah dan manfaat sebagaimana yang diharapkan.

*Tawakkal Kepada Allah*
Allah swt berfirman, artinya, "Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya." (QS. 65:3) Nabi saw telah bersabda, artinya,
"Seandainya kalian mau bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benarnya maka pasti Allah akan memberikan rizki kepadamu sebagaimana burung yang diberi rizki, pagi-pagi dia dalam keadaan lapar dan kembali dalam keadaan kenyang." (HR Ahmad, at-Tirmidzi dan dishahihkan al-Albani)

Tawakkal kepada Allah merupakan bentuk memperlihatkan kelemahan diri dan sikap bersandar kepada-Nya saja, lalu mengetahui dengan yakin bahwa hanya Allah yang memberikan pengaruh di dalam kehidupan. Segala yang ada di alam berupa makhluk, rizki, pemberian, madharat dan manfaat, kefakiran dan kekayaan, sakit dan sehat, kematian dan kehidupan dan selainnya adalah dari Allah semata.

Maka hakikat tawakkal adalah sebagaimana yang di sampaikan oleh al-Imam Ibnu Rajab, yaitu menyandarkan hati dengan sebenarnya kepada Allah Azza wa Jalla di dalam mencari kebaikan (mashlahat) dan menghindari madharat (bahaya) dalam seluruh urusan dunia dan akhirat, menyerahkan seluruh urusan hanya kepada Allah serta terealisasikan keyakinan bahwa tidak ada yang dapat memberi dan menahan, tidak ada yang mendatangkan madharat dan manfaat selain Dia.

*Silaturrahim*
Ada banyak hadits yang menjelaskan bahwa silaturrahim merupakan salah satu sebab terbukanya pintu rizki, di antaranya adalah sebagai berikut: -Sabda Nabi Shalallaahu alaihi wasalam, artinya, " Dari Abu Hurairah ra berkata, "Aku mendengar Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, "Siapa yang senang untuk dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya maka hendaklah menyambung silaturrahim." (HR Al Bukhari)
-Sabda Nabi saw, artinya, "Dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu , Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, " Ketahuilah orang yang ada hubungan nasab denganmu yang engkau harus menyambung hubungan kekerabatan dengannya. Karena sesungguhnya
silaturrahim menumbuhkan kecintaan dalam keluarga, memperbanyak harta dan memperpanjang umur." (HR. Ahmad dishahihkan al-Albani).Yang dimaksudkan dengan kerabat (arham) adalah siapa saja yang ada hubungan nasab antara kita dengan mereka, baik itu ada hubungan waris atau tidak, mahram atau bukan mahram.

*Infaq fi Sabilillah*
Allah swt berfirman, artinya,"Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya." (QS. 34:39)
Ibnu Katsir berkata, "Yaitu apapun yang kau infakkan di dalam hal yang
diperintahkan kepadamu atau yang diperbolehkan, maka Dia (Allah) akan
memberikan ganti kepadamu di dunia dan memberikan pahala dan balasan di
akhirat kelak." Juga firman Allah yang lain,artinya,

"Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan dari padanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji. Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjanjikan
untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya)
lagi Maha Mengetahui." (QS. 2:267-268)
Dalam sebuah hadits qudsi Rasulullah saw bersabda, Allah swt berfirman, "Wahai Anak Adam, berinfaklah maka Aku akan berinfak kepadamu." (HR Muslim)

*Menyambung Haji dengan Umrah*
Berdasarkan pada hadits Nabi Shalallaahu alaihi wasalam dari Ibnu Mas'ud adhiallaahu anhu dia berkata, Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, artinya,"Ikutilah haji dengan umrah karena sesungguhnya keduanya akan menghilangkan kefakiran dan dosa sebagaimana pande besi menghilangkan karat dari besi, emas atau perak, dan haji yang mabrur tidak ada balasannya kecuali surga." (HR. at-Tirmidzi dan an- Nasai, dishahihkan al-Albani)
Maksudnya adalah, jika kita berhaji maka ikuti haji tersebut dengan
umrah, dan jika kita melakukan umrah maka ikuti atau sambung umrah tersebut
dengan melakukan ibadah haji.

*Berbuat Baik kepada Orang Lemah*
Nabi saw telah menjelaskan bahwa Allah akan memberikan rizki dan pertolongan kepada hamba-Nya dengan sebab ihsan (berbuat baik) kepada orang-orang lemah, beliau bersabda, artinya, "Tidaklah kalian semua diberi pertolongan dan diberikan rizki
melainkan karena orang-orang lemah diantara kalian." (HR. al-Bukhari)Dhu'afa' (orang-orang lemah) klasifikasinya bermacam-macam, ada fuqara, yatim, miskin, orang sakit, orang asing, wanita yang terlantar,hamba sahaya dan lain sebagainya.

*Serius di dalam Beribadah*
Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu, dari Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, "Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman, artinya, "Wahai Anak Adam Bersungguh-sungguhlah engkau beribadah kepada Ku, maka Aku akan memenuhi dadamu dengan kecukupan dan Aku menanggung kefakiranmu. Jika engkau tidak melakukan itu maka Aku akan memenuhi dadamu dengan kesibukan dan Aku tidak menanggung kefakiranmu."
Tekun beribadah bukan berarti siang malam duduk di dalam masjid serta tidak bekerja, namun yang dimaksudkan adalah menghadirkan hati dan raga dalam beribadah, tunduk dan khusyu' hanya kepada Allah, merasa sedang menghadap Pencipta dan Penguasanya, yakin sepenuhnya bahwa dirinya sedang bermunajat, mengadu kepada Dzat Yang menguasai Langit dan Bumi.

Dan masih banyak lagi pintu-pintu rizki yang lain, seperti hijrah, jihad, bersyukur, menikah, bersandar kepada Allah, meninggalkan kemaksiatan, istiqamah serta melakukan ketaatan, yang tidak dapat di sampaikan secara lebih rinci dalam lembar yang terbatas ini. Mudah-mudahan Allah memberi kan taufik dan bimbingan kepada kita semua. Amin.

Wednesday, August 20, 2008

Memahami makna Shalih

Diilhamkan dua sifat dan karakter manusia, yaitu kecenderungan untuk berbuat fujur dan takwa, orang shalih selalu berusaha memperbaiki diri untuk mendekatkan kepada ketakwaan.

Shalih adalah taat dan sungguh-sungguh dalam menjalankan ibadah dan pengabdian dari apa yang diyakini. Orang shalih mengikuti prinsip kebenaran dan nilai-nilai asasi.

Itu semua diperoleh dari apa yang telah dia dengar, lihat,hayati, pikirkan, alami, baca, renungkan,. Aktivitas inilah yang akan membawa akal budi dan kebenaran sejati.

Kebenaran sejati adalah suara hati yang paling dalam,kebenaran sejati adalah suara hati yang paling dalam, kita tidak dapat membohongi diri kita sendiri.

Nasehat dari Ali bin Abi thalib ra, pemimpin yang shaleh :

Dosa terbesar adalah ketakutan
Rekreasi terbaik adalah bekerja
Musibah terbesar adalah keputusasaan
Keberanian terbesar adalah kesabaran
Guru terbaik adalah pengalaman
Misteri terbesar adalah kematian
Kehormatan terbesar adalah kesetiaan
Karunia terbesar adalah anak yang sholih
Sumbangan terbesar adalah berpartisipasi
Modal terbesar adalah kemandirian



Menikmati macet dari Jatibening-Santa

Tuesday, August 19, 2008

Success Symbol

Di benak semua orang, kesuksesan seseorang biasanya diukur dari sisi financial. Kalau kita sukses dan punya banyak uang, kita barangkali akan membeli barang yang tidak mudah dimiliki oleh setiap orang. Barang-barang tersebut menjadi lambing kesuksesan yang layak dipamerkan.

Dalam sebuah kelompok masyarakat, biasanya memang terdapat symbol-simbol yang menunjukkan symbol-simbol kesuksesan seseorang. Fashion, Mobil, Gadget, berlian, kondominium, adalah produk yang bisa menjadi symbol sukses. Umumnya produk premium yang dijadikan ukuran. Di Negara maju jet pribadi dan kapal pesiar ada;ah symbol lain yang menunjukkan kesuksesan.

Dari semua symbol, mobil adalah bentuk yang paling mudah dan paling banyak dijadikan ukuran. Semakin mahal mobilnya, maka orang tersebut terlihat semakin sukses. Padahal harga jual kembali mobil yang mahal justru seringkali lebih turun ketimbang mobil menengah ke bawah. Namun image mereklah yang membuat mobil tersebut tampak mewah. Wajar saja harga jualnya jatuh karena untuk orang-orang kaya, harga jual kembali bukanlah faktir terpenting.

Simbol-simbol suksespun ternyata ada masanya. Pada zaman dulu kesukesan diukur dari jumlah dan jenis ternak yang dimiliki. Sapi adalah symbol sukses seseorang. Semakkin maju ekonomi, symbol sukses juga berubah, Dalam masyarakat yang ekonominya masih lemah, motor sudah dijadikan ukuran kesuksesan seseorang, karena orang lain munkgin masih menggunakan sepeda.

Di Indonesia, dua contoh yang menjadi tren simbol sukses bagi orang awam adalah, Nokia Communicator dan Toyota Alphard.

Pertanyaannya, apakah symbol sukses Cuma monopoli produk-produk yang amat mahal ? Ternyata tidak juga, lihat Nokia Communicator bukanlah merk handphone termahal.


Toyota Alphard juga bukan barnag barang berharga miliaran rupiah, tapi banyak yang menganggapnya lebih punya nilai sukses dibandingkan merk yang lain. Yang jelas, merk tersebut harus punya gengsi di mata orang yang melihatnya.

Lalu apakah symbol kesuksesan secara finansial hanya ditampilkan dalam bentuk materi ?

Ada berbagai “kacamata” dan sudut pandang, silakan Anda menambahkannya…

Friday, August 1, 2008

Securitech Project

There're list of project that SECURITECH do at this month :

Peruri, Kawasan Industri Surya Cipta, Karawang Timur, Brijot People Portal Gen2
Departemen Perhubungan,Jl Medan Merdeka, CCTV with AXIS 212 PTZ, 10 point
Hotel Millennium Jakarta, Jl.Fahruddin, CCTV with Panasonic CP280, 22 point.
FingerPrint, PT Sheng Chiao, Tangerang, MP4600, 5 unit
Menteng 36, Alarm Security for residence, 22 point.
LTMC, PT Qolsa Smartsyst, CCTV with AXIS 223M, 16 unit
Mall Pondok Indah, PT Metro Kentjana, Tbk. Under Vehicle Monitoring System.

Thanks Guys for the effort, we are great team. Thanks All.

Thursday, July 24, 2008

7 Kesalahan dalam menjual

Dalam teknik menjual banyak penjual melakukan kesalahan-kesalahan mendasar, tanpa disadarinya. Padahal kalau sedikit berusaha untuk belajar, kesalahan-kesalahan tersebut tidak mungkin terjadi, sehingga target penjualan dapat tercapai. Ada 7 kesalahan yang sering dilakukan oleh penjual.

Yang pertama, penjual tidak memahami produknya. Pengetahuan tentang produk sangat kurang sehingga tidak dapat menjelaskan dengan baik kepada pelanggan. Banyak pertanyaan tentang produk oleh pelanggan, bahkan pertanyaan sederhana sekalipun, tidak dapat dijawabnya dengan gamblang. Sehingga pelanggan sering ragu dan tidak yakin dengan produk tersebut.

Yang kedua, penjual tidak siap menemui pelanggan. Persiapan yang dilakukan seperti: brosur, produk demo, testimoni, komputer, alat peraga, alat pendukung misal baterai untuk barang elektronik tidak disiapkan. Sehingga penjual kurang dapat meyakinkan pelanggan.

Ketiga, anda terlalu banyak bicara, kurang mendengarkan apa yang sebenarnya diinginkan oleh pelanggan. Bila hal demikian terjadi, pelanggan sering menjadi tidak hormat atau perhatian terhadap penjual.

Keempat, penjual tidak mendengarkan apa yang dikatakan oleh pelanggan baik tersurat ataupun tersirat. Kurang peka terhadap kebutuhan sebenarnya yang harusnya penjual penuhi. Misal keinginan untuk mendapat hadiah tambahan atau diskon khusus.

Yang kelima, penjual kurang peduli terhadap pelanggan. Ini adalah sesuatu yang penting. Sayangnya yang sering terjadi penjual hanya peduli dengan dirinya sendiri, misal hanya ingin target penjualan tercapaii. Setelah produk terjual, penjual tidak peduli lagi dengan pelanggan. Apakah dia puas atau bilamana produknya rusak tidak mau membantu.

Yang keenam, penjual tidak jujur dan tulus kepada pelanggan. Ini sesuatu yang serius, terlebih setelah menipu, penjual tidak merasa bersalah. Hasil seperti ini biasanya tidak panjang, karena kemudian pelangan tidak percaya lagi dengan penjual, meski penjual menjadi jujur sekalipun.

Yang terakhir, pelanggan sebenarnya tidak siap membeli produk penjual. Banyak sebab, diantaranya mungkin terlalu mahal, atau malah terlalu murah, mungkin belum waktunya dibutuhkan, mungkin produknya tidak cocok, mungkin ada pilihan lain yang lebih cocok untuk pembeli dan sebagainya.

Jadi ada 7 kesalahan umum dan mendasar yang dilakukan oleh penjual. Bilamana dihindari kemungkinan besar tingkat penjualan menjadi meningkat. Bukan berarti kita pasti sukses mejual bila ingat dan dapat mengatasi hal2 diatas, tapi setidaknya meningkatkan kemungkinan sukses kita dalam menjual.

Happy Selling

Funny Pundit on chicken Soto

Due to some costumers demand, I will not serve muffins this time. But we have chicken soto as the substitute.

Suppose you want to know what 150 million adults prefer: chicken soto or chicken satay. What would you do?

I read an observer, ….-or pundit, whatever-, has done the following: He asked 50 leading figures, or social activists, what they want to have, and found out that only four are for chicken satay, two order completely different stuff (chicken kebab), and fourty-four want chicken soto. Then he concludes that people want chicken soto.

But how on earth that he is sure that chicken soto is indeed what people want? Statistician, or anyone who ever have had Statistics 101, will quickly point out a whole range of sampling methodology issues.

Even putting that statistical problem aside, what exactly that fourty four activits mean by chicken soto? Is this the one with light yellow soup or thick coconut-milk, with rice vermicelli or not, with beansprout or not? We have so many variants, in so many localities, of chicken soto.

Our pundit also lamented that we are on the verge of doomsday. In one aspect he said that we do not get bigger as fast as Argentina. But actually we do get bigger (around 6.4 percent this year) and at the higher rate than our closer peers in the neighbourhood (4.9 percent). Not bad at all, leave alone the fact that we fell severely ill nine years ago and lost weight by 13 percent in just one single year.

Saturday, July 12, 2008

SECURITECH - BUMIPUTERA


Dear Bpk Donny,
Mohon di cek dan koreksinya untuk layout nya.
Apakah ada yg salah untuk image, spek & harganya?
Mohon kabarin saya siang ini, karena akan segera naik cetak.


Itulah sepotong Email dari Bank Bumiputera yang siang itu mampir di inbox saya.
Alhamdulillah, akhirnya produk SECURITY SYSTEM untuk pertama kali di INDONESIA masuk ke dalam katalog BANK.

Setelah ditunggu kurang lebih satu bulan, setelah meeting pertama.
Terimakasih to Pak Arya-Bumiputera, Om Dick & Aldee.

UVMS



Now, let's talk about business,Its an opportunity guys,...

Entah kenapa saya langsung merasa "klik" dengan inovasi satu ini. Dalam hati saya bilang "Ok, It's time to make a Wow".

Semangat dan ide ini ada setelah kita meeting dengan PT Metropolitan Kentjana Tbk, pengelola salah satu Mall elite di Jakarta Selatan.

Di Jakarta yang menerapkan sistem ini masih sangat terbatas sekali, kami telah install di Grand Hyatt dan BNN, serta di Pertamina Salemba.

Berlawanan dengan metode lama (Conventional) , misalnya dengan pemeriksaan menggunakan kaca cembung, pemeriksaan ban,pemeriksaan bagasi, dan lain sebagainya, Sistem lama ini membutuhkan waktu antrian kendaraan yang berakibat memperlambat arus kendaraan menuju lokasi parkir.

Under Vehicle Monitoring Sytem adalah suatu system yang inovatif dan dapat mempermudah dan mempercepat dalam deteksi Obyek yang berbahaya, sebagai contoh , senjata api, bom , narkotika dan bahan kimia berbahaya yang dapat mengakibatkan kecelakaan atau bahaya pada User.

Dengan Sistem Under Vehicle Monitoring System (UVMS) ini memudahkan Inspeksi pengamanan tanpa memperlambat aliran dari kendaraan yang menuju lokasi parkir.

Keunggulan Sistem :

1.Membaca Plat Nomor Mobil secara Otomatis
2.Mengambil Gambar Depan atau Belakang secara Otomatis dengan Capture Image
3.Rekaman Video Kendaraan
4.Monitoring dari Web

Sangat affordable cost, seluruh gedung di Jakarta sangat mampu menerapkan sistem ini. For more information please don't hesitate to contact us at www.securityindonesia.com

for me & SECURITECH Marketing Departement, Happy Selling & Have a nice Challange.

Goodluck

Wednesday, July 9, 2008

Bisa diibaratkan seperti ke toko buku

sebuah tulisan dari blog sebelah

Pernikahan yang diawali dengan pacaran dapat diibaratkan membeli buku yang dijadikan contoh dari jenis buku mahal. Pada umumnya buku yang dibungkus rapat dengan plastik yang disertai peringatan keras ‘membuka berarti membeli’ sehingga pembeli mempunyai 2 pilihan untuk mengetahui buku tersebut.

1. Dengan cara membukanya dan membacanya sehingga buku tersebut makin lama makin lusuh jika semakin banyak orang yang ingin menyentuh dan membacanya. Akhirnya hampir semua pembeli menolak untuk membelinya kecuali sangant terpaksa.Membeli buku seperti itu dapat diibaratkan pernikahan yang diawali dengan pacaran.

2. Karena buku tersebut mahal dan terbungkus rapi sehingga jika membukanya berarti membeli, maka untuk mengetahui isinya pembeli dapat bertanya kepada petugas, melalui katalog komputer atau bertanya kepada orang yang telah memiliki dan membacanya sehingga dia memperoleh buku yang benar-benar baru yang belum pernah dijamah disentuh oleh siapapun. Ini dapat diibaratkan sebagai pernikahan tanpa melaui pacaran.

Pada saat menanti akad nikah akan terjadi kangen/rindu. Hal ini merupakan kodrat sebagai manusia yang tidak dapat ditolak oleh manusia itu sendiri. Selama kerinduan pada calon tidak membawa kemaksiatan kepada ALLAH bahkan kita bersabar untuk menahannya maka itulah rindu karena ALLAH. Tetapi jika kerinduan tersebut membawa kemaksiatan maka sesungguhnya itulah kerinduan karena hawa nafsu semata.

Wallahu ‘alam. Bagaimana dengan anda, ada yang mau ditambahin, silakan…...

Tuesday, July 8, 2008

Sibuk

Sibuk itu bikin Bodoh, nggak Kreatif, dan otak kanan tumpul.
Nggak ada ide, nggak ada inovasi, itu yang saya alamin saat ini.
Selalu menikmati kesempatan, tak ingin melewatkan kesempatan, itu yang membuat saya sibuk...
Udah itu aja.!!